pulsa

Kisah Sukses Mengolah Sampah Menjadi Tambahan Penghasilan

Kisah sukses mengolah sampah menjadi tambahan penghasilan. Ya, itulah suatu kisah sukses yang akan saya ceritakan kepada Anda. Melalui Blog Ide Bisnis Indonesia ini, saya ingin menceritakan sebuah kisah tentang seseorang yang mampu mendapatkan penghasilan tambahan melalui bisnis pengolahan sampah. Sampah bisa dijadikan barang dagangan? tentu saja, tidak hanya jenis usaha makanan macam kripik pisang yang bisa dijadikan peluang usaha, sampah pun bisa. Sudah banyak yang mempraktikan kok.

Adalah Edy Fajar Prasetyo, seorang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Inilah salah satu orang yang mampu memanfaatkan limbah bungkus kopi menjadi barang yang bisa diperdagangkan. Barang yang diperdagangkan tersebut adalah tas cantik. Pria yang mengambil studi Agribisnis ini menyebutkan, usahanya tersebut tidak memerlukan modal besar. Bahkan, nyaris tanpa modal.

memanfaatkan-sampah-bungkus-kopi

Tentunya sudah banyak yang mendengar kisah sukses seseorang yang pada mulanya memanfaatkan sampah. Banyak sekali cara pemanfaatan sampah. Salah satunya bungkus bubuk kopi. Setelah bubuk kopi digunakan, nasib selanjutnya bungkus kopi tersebut bercampur di tempat pembuangan sampah. Bagiakan peribahasa “habis manis sepah dibuang”. Itulah yang mungkin cocok diberikan untuk limbah bungkus kopi.

Awal mula usaha yang digeluti Edy sejak 2013 ini terinsipirasi sang guru, Ibu Aryanti. Beliau adalah pendiri Kancil (Komunitas Anak Cinta Lingkungan). Dari situ, dia prihatin melihat banyak sampah yang dibiarkan begitu saja di sekitar kampus. Ide kreatif dan ide bisnisnya pun muncul untuk mengolahnya menjadi hal yang bermafaat dan mampu dipasarkan.

Dia akhirnya membangun bisnis yang diberi label E-bi Bag atau Eco Bisnis Indonesia Bag. Usaha ini dekerja sama dengan ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar Stasiun Sudimara untuk ikut serta dalam proses kreatifnya itu. Menurutnya banyak ibu-ibu potensial dan produktif untuk diikutsertakan dalam aktivitas positif ini. Dari situ, dia bekerja sama dengan kader lokal untuk melakukan produksi barang. Bersama empat orang temannya dan satu kader, Edy memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK tentang bisnis berbasis lingkungan ini.

pelatihan-kerajinan-anyaman


Lewat E-bi Institute dan program kaderisasi ISIS (istri sukses idaman suami), Edy berhasil mencetak kaum ibu yang berada di lingkungan tersebut sehingga mampu menghasilkan penghasilan tambahan dari anyaman bungkus kopi.
 
kerajinan-tas-dari-sampah-bungkus-kopi

Pada mulanya Edy hanya mengeluarkan Rp500.000 sebagai modal usahanya. Hal itu dikarenakan bahan baku pembuatan tas mudah ditemukan. Dia selalu mendapat suplai bahan baku karena bekerja sama dengan bank sampah di Bogor dan Depok.  Meskipun demikian, masih ada kendala dalam pengadaan bungkus kopi ini. Menurut Edy, kendala yang sering dihadapi adalah mencari bungkus kopi yang serupa dalam jumlah banyak, SDM yang belum memadai, serta akses pasar masih sempit.

Pemasaran produknya ini dilakukan melalui online dan offline. Dia memanfaatkan media sosial, seperti Instagram dan Twitter dengan akun @Ebi-bag, dan melalui website.Dalam usahanya melakukan pemasaran, Edy sempat menitipkan barang dagangan ke kawannya yang mengikuti pameran di Korea. Selain itu, dia juga sempat mengikuti pameran di Universitas Padjajaran (Unpad), pameran di Bank Indonesia dan pameran dalam ajang APEC Expo di Kuta, Bali.

Dari produk pemanfaatan sampah bungkus kopi yang dibanderolnya mulai dari Rp50.000,- hingga Rp300.000,- per buah ini, Edy dapat meraup keuntungan Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan.

Ibarat memiliki bank sampah maksudnya sampah mampu menghasilkan uang. Dari kisah sukses mengolah sampah menjadi tambahan penghasilan ini mungkin kita bisa terinspirasi sehingga mampu menemukan ide bisnis yang nantinya bisa kita jalankan. Semoga kisah sukses ini bermanfaat untuk kita.


0 Komentar untuk "Kisah Sukses Mengolah Sampah Menjadi Tambahan Penghasilan"
Back To Top